IN HOUSE TRAINING "MENGINTEGRASIKAN DEEP LEARNING UNTUK MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA, AKTIF, & REFLEKTIF"
Pontianak – SMAN 2 Pontianak menggelar In House Training (IHT) ke-6 kalinya bertema “Mengintegrasikan Deep Learning untuk Mewujudkan Pembelajaran yang Bermakna, Aktif, dan Reflektif” pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.15 ini menghadirkan empat narasumber, yakni Agus Pramoni, S.Pd., Trima Asmaliana, SP., Carolina, S.Pd., dan Syarif Nasarudin Aulia Zulfi, S.Pd.
Kegiatan IHT ini dipandu oleh MC Iskandar, S.Kom., doa dibacakan oleh Muhammad Syahwaludin, S.Pd., dan lagu-lagu pembuka dipimpin oleh dirigen Elwin Samosir, S.E. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh guru SMAN 2 Pontianak mampu menerapkan pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif pada peserta didik.
Acara dibuka dengan pengantar dari Kepala SMAN 2 Pontianak, Herni Yasitha, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terkait konsep pembelajaran. “Pembelajaran mendalam ini bukan hanya untuk Bapak Ibu Guru, tetapi yang tidak kalah penting adalah untuk produknya, yaitu peserta didik. Kita berharap peserta didik dapat kritis dalam berliterasi. Mari kita jadikan pembelajaran mendalam ini sebagai budaya di sekolah kita,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Agus Pramono, S.Pd., kemudian memaparkan materi awal mengenai lima komponen pembelajaran, meliputi kokurikuler, guru wali, pemilihan menu, TKA, asesmen, dan piket. Ia juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum sebelumnya serta memaparkan rencana implementasi kurikulum di tahun ajaran baru. Sebagai refleksi, para guru dibagi menjadi tiga kelompok untuk membuat konten TikTok bertema “kurikuler” dan “guru wali”.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi khusus Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam yang di dimulai oleh narasumber kedua, Trima Asmaliana, SP. Ia memaparkan kerangka kerja pembelajaran mendalam sebagai pendekatan holistik yang memadukan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Tujuannya adalah menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Kemudian ia memaparkan Dimensi Profil Lulusan serta Prinsip Pembelajaran yang penting untuk dipahami oleh guru sebelum menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas.
Carolina, S.Pd., selaku narasumber ketiga, kemudian melanjutkan pembahasan penerapan pembelajaran mendalam berdasarkan pemahaman konsep peserta didik. Ia menekankan penggunaan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahapan berpikir siswa, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, serta fleksibilitas dalam mengadaptasi sintaks pembelajaran. Sebagai contoh, ia mengangkat pembelajaran berbasis masalah pada beberapa mata pelajaran. Salah satunya pembelajaran matematika uang dapat menghitung nilai gizi makanan sehat menggunakan konsep proporsi, persentase, dan pengukuran.
Narasumber terakhir, Syarif Nasarudin Aulia Zulfi, S.Pd., memaparkan strategi integrasi deep learning yang meliputi pembelajaran berpusat pada siswa, pengembangan keterampilan abad ke-21, penggunaan sumber belajar yang beragam, dan pembelajaran kontekstual. Di akhir sesi, seluruh peserta mendapat tugas menyusun kegiatan inti pembelajaran sesuai mata pelajaran masing-masing, dengan memperhatikan sintaks pembelajaran yang mendukung pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Berikut ini suasana kegiatan Kombel Smanda Jayagi dalam praktik dalam pembuatan video konten pendidikan dari hasil materi yang disampaikan oleh pemateri. Hasil video konten pendidikan tersebut di upload ke akun Tikk Tok perwakilan setiap kelompok, sebagai tugas yang harus diselesaikan oleh perserta. Disamping itu ada tugas pembuatan modul atau perangkat pembelajaran dari hasil materi yang disampaikan.
0 Komentar
Tambahkan Komentar